Rabu, 27 Desember 2017

Bayan, Negeri Adat Di Ujung Pulau



Bayan, Negeri Adat Di Ujung Pulau

Lombok merupakan salah satu pulau yang terdapat di provinsi Nusa Tenggara Barat. Pulau yang kaya akan tradisi dan kekayaan alamnya. Jika berbicara mengenai tradisinya, rasanya tidak akan pernah cukup untuk dibahas. Beberapa peninggalan sejarah serta kebudayaan yang ada sejak zaman kerajaan dulu masih berdiri kokoh dan tetap dilestarikan hingga saat ini serta menjadi keunikan tersendiri. Keunikan tradisi Lombok bahkan mampu menarik perhatian wisatawan  baik lokal maupun internasional untuk datang berkunjung dan melihatnya secara langsung.   
 
Gambar 1 : Masjid Adat Bayan, yang terletak di desa Bayan, Kabupaten Lombok Utara
Deskripsi foto : 
Masjid Bayan telah ada sejak abad ke-17 dan masih berdiri kokoh sampai dengan hari ini. Jika dilihat sekilas, orang-orang tidak akan menyangka bahwa bangunan tersebut adalah masjid. Hal ini dikarenakan arsitektur masjid yang tidak jauh berbeda dengan model rumah adat suku Bayan sendiri. Meski berfungsi sebagai tempat beribadah, namun masjid ini hanya digunakan ketika acara adat dan maulid nabi besar Muhammad S.A.W.
Masjid ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan masjid adat pada umumnya. Atap masjid terbuat dari bambu yang disusun sedemikian rupa, mampu melindungi masjid dari teriknya panas ataupun derasnya hujan. Dinding masjid yang terbuat dari anyaman bambu masih tertata dengan rapi tanpa ada kerusakan.

Gambar 2 : Rumah adat suku Bayan
          

Gambar 3 : Halaman rumah adat suku Bayan 

Deskripsi foto gambar 2 dan 3 :
Tidak jauh dari areal tersebut, terdapat pula perkampungan suku Bayan yang masih ada hingga saat ini. Meski lombok telah terkena arus globalisasi dan modernisasi, suku Bayan tetap mampu mempertahankan jati dirinya. Hal ini dapat dilihat dari arsitektur rumah suku Bayan yang masih dipertahankan hingga saat ini. 

             
Gambar 4 : Kegiatan warga suku Bayan 
               



Gambar 5 : Anak-anak suku Bayan yang sedang asik bermain
          


Gambar 6 : Warga suku Bayan tetap melakukan kegiatannya seperti biasa dan tidak terpengaruh dengan kehadiran wisatawan asing di sekitarnya  

Deskripsi foto gambar 4, 5, dan 6 :
Kesederhanaan suku Bayan juga terlihat dalam keseharian mereka mulai dari kegiatan menenun, mencari rumput untuk ternaknya, bermain permainan tradisional, hingga berkumpul dengan tetangga ataupun dengan keluarga mereka.

Meski saat ini arus globalisasi dan modernisasi terus terjadi hingga saat ini, nyatanya sebagai bagian dari bangsa yang besar, suku Bayan tetap mampu mempertahankan tradisi serta kesederhanaan mereka. Masyarakat Bayan yang sederhana dan ramah, mampu memegang teguh budayanya hingga saat ini.

Lokasi pengambilan gambar : Desa Senaru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara
Waktu pengambilan : 07 November 2017
 

15 komentar:

Piagam Gumi Sasak

Piagam Gumi Sasak : Membangun Kembali Citra Sejati Bangsa Sasak Baru Modernisasi sebagai dampak dari arus globalisasi ditandai de...