Kamis, 25 Mei 2017

Tak Seperti Inginnya


MENJADI TIKUS DI KANDANG SINGA

Ku perkenalkan namanya Fifah, seorang gadis biasa dari keluarga sederhana . Ia mencoba melangkah jauh meninggalkan keluarga demi menggapai sebuah cita-cita ingin menjadi  dosen nantinya. Dengan tekad kuat mencoba memasuki dunia baru yang dikenalnya. Sebut  saja namanya rimba dengan segudang ilmu dan orang – orang baru.

Rimba yang ia masuki tidak sama dengan yang ia bayangkan. Begitu banyak singa, harimau, srigala, kura-kuira, dan jenis lainnya bertebaran dimana-mana. Meski demikian mereka semua terlihat sama, tak ada pembeda diantara mereka, yang berbeda hanyalah ilmunya.

Berangkat dari kampung yang sederhana, berbekal ilmu yang seadanya, membuatnya begitu menggebu-gebu ingin berusaha memperbaiki kehidupannya. Sayangnya, ia lupa bahwa saat ini ia berada dalam kandang singa. Begitu banyak singa yang kelaparan disana, lapar akan ilmu, lapar akan kekuasaan, dan lapar akan masa depan.

Ia kecil, namum berani. Semangatnya tak kalah dengan singa yang gagah. Dengan tubuh mungilnya, ia mencoba berdiri setara dengan singa. Diangkatlah kepalanya, dan dibusungkan dadanya, sekali lagi ia lupa, ia jauh lebih kecil ukurannya.

Lambat laun waktu terus berlalu,  tak ada perubahan yang berarti hanya secuil kemenangan dengan sejuta kenangan biru. Hingga kini, ia masih menjadi tikus biasa. Ingin meraih tahta singa sebagai bukti penguasa rimba, namun sayang, mentalnya terlalu ciut untuk melakukannya. Sekali lagi, hingga saat ini ia masih menjadi tikus biasa.

Piagam Gumi Sasak

Piagam Gumi Sasak : Membangun Kembali Citra Sejati Bangsa Sasak Baru Modernisasi sebagai dampak dari arus globalisasi ditandai de...